jump to navigation

Kuliah kewirsauhasaan Maret 17, 2012

Posted by wiwinwibowo in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Kuliah kewirsauhasaan

Pemateri Ir.Zola Pandu ( Pendiri & Pimpinan PT.FILANO MANDIRI)

Di Ruangan Seminar PKM Lt 1 Universitas Andalas (UNAND)

Post: WIWIN S R

 Gambar

                Kuliah kewirausahaan di adakan pada hari jumat tanggal 16  maret 2012 pada pukul 16.00 WIB. Pada kali ini pemateri kuliah adalah bapak Ir. Zola Pandu,beliau merupakan seorang tokoh kewirausahaan di sumatera barat dan merupakan alumni mahasiswa universitas andalas. Dalam kuliah kewirausahaan pak zola banyak memberikan materi – materi yang sangat menarik terutama menenai pengalaman beliau selama merintis usaha dari zero to hero. Mahasiswa yang mengikuti kuliah ini berasal dari berbagai jurusan di universitas andalas dan mahasiswa-mahsiswa antusias mengikuti kuliah ini.

                Menurut bapak zola kegiatan wirausaha meliputi sebagai berikut:

  1. 1.      Pengkajian potensi diri sendiri

Beliau mengatakan diri kita merupakan aset penting dalam memasuki wirausaha, karena diri kita akan menjadi sebuah senjata akan menghadapi dunia usaha. Karena diri kitalah akan adanya usaha yang akan kita rintis, jadi mulai lah dari sekarang bangunlah karakter dalam diri kita untuk siap menghadapi menjadi seorang wirausaha. “Membangun karakter diri itu mudah “ kata beliau . sebagai contoh membangun karakter : kata beliau “ saya jika melihat suatu pekarangan yang kotor, saya akan langsung mengambil sapu lalu membersihkan pekarangan yang kotor. Saya bukan sok-sok an atau mencari perhatian tapi itulah karakter saya .” dari pengalamn beliau terdapat suatu makna yang sangat besar yaitu seorang wirausaha harus tanggap dengan lingkungan sekitar dan membarikan aksi terhadapa tanggapan kita tadi. Pada dunia usaha peluang tidak hanya dari ide atau inovasi dari produk atau jasa tetapi juga bisa dari sikap kepedulian kita terhadap lingkuangan.

  1. 2.       Identifikasi peluang –peluang yang ada

–          Menemukan gagasan usaha

–          Menyaring dan memilih peluang –peluang yang paling baik

  1. 3.       Mengadakan studi kelayakan dan perencanaan besar

Untuk hal ini beliau menyampaikan sebuah cerit. Begini ceritanya “ ada seorang yang mahir komputer yang bisa melakukan banyak hal. Tapi dia hanya dia diamdiri didalam kamar tanpa keluar dari kamarnya dan tidak berbaur dari lingkungan. Untuk orang ini dia belum bisa dikatakan hebat jika tidak mengadakan mengadakan  perbandingan kemampuan yang dia miliki dengan orang lain.”

Beliau juga mengatakan “ pada saat merintis usaha banyak tantangan yang dihadapi  terutama pada tahun 1998 saat ekonomi indonesia sedang terpuruk. Seperti jatuh kedalam sumur yang sangat dalam sehingga tidak nampak cahaya dari atas. Tapi saya bangkit dari keterpurukan dengan  berbagai cara akhir nya yaa,, seperti sekarang. “. Bagi beliau rezeki memang benar seperti yang disampaikan dalam agama “Rezekei tidak mempunyai pintu” ditutup pintu belakang masuk dari pintu belakang , tutur beliau.

  1. 4.       Mengambil keputusan bisnis

Dalam memutuskan suatu keputusan dalam bisnis merupakan suatu komponen yang penting. Bapak zumi banyak membicarakan mengenai tentang hal ini. Dalam mengambil keputusan ada  2 cara yaitu dengan cara Teori dan Feeling . dengan teori keputusan dengan hitungan-hitungan dan didapatkan sebuah nilai lalu dilaksanakan. Tapi kebanyakan teori tidak sama dengan dilapangan. Sedang kan feeling merupakan salahsatu cara yang bagus, tetapi felling ini didapatkan dengan pengalaman.

Untuk feeling beliau memberikan tips diantaranya.
-, banyak melihat -, banyak mendengar

Dengan banyak melihat tempat diberbagai tempat di indonesia ini akan menambah feeling kita. Beliau juga bercerita kita di jepara beliau melihat mebel atau furniture dari kayu rotan. Dari hal itu beliau mendapat ide untuk mengkombinasikan bahan untuk sebuah furniture. Dan bahan yang digunakan misalnya alumunium,rotan,kayu besi dijadikan satu. Dan harganya pun lumayan .

 

Setelah dipenghujung kuliah beliau menantang mahasiswa unutk berwirausaha dengan beliau. Bagi mahasiswa yang berminat kerja full time atau part time  di perusahaan dan beliau memberikan alamat serta nomor hp beliau. Selainitu pak zola juga memberikan peluang usaha diantaranya :

  • Bidang trading

Seperti – memproduksi minuman white tea (teh putih)

  • Bidang jasa

Seperti – konsultan, arsitek

  • Bidang produk

Seperti – furniture, pusat ternak sapi potong.

 

Beliau berencana membuka usaha lapau kopi menunya yang ada disana adalah minuman dan makanan yang spesifik seperti – teh beras hitam, kopi tebu panggang, makanan serba jamur.

Setelah kuliah berakhir dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, mahasiswa begitu antusias sehingga banyak yang mau bertanya. Yang terpilih bertanya hanya 5 orang dan saya tidak dapat kesempatan. Seteah kuliah berakhir setiap peserta diberi sertifikat.

 

 

kebiasaan yang dilakukan agar menjadi kaya Maret 13, 2012

Posted by wiwinwibowo in nasehat kehidupan.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Apakah anda tahu orang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit atau langsung ada. Tetapi, kekayaan tersebut merupakan hasil dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi  kayak arena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial.

saya akan berbagi 13 kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):

1. Kebiasaan menjalin hubungan (Networking).

Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai makhluk sosial”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini. Seperti bagaimana memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.

2. Kebiasaan Bangun Lebih Awal  (Pagi.)

Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kokokan ayam atau kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca koran, menyusun agenda kerja, menyepa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal. Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.

3. Kebiasaan Menetapkan Tujuan.

Tujuan adalah kalimat-kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan  adalah sesutau yang membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah. Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) dan Soichiro Honda (pendiri imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya,” tutur Honda.

4. Kebiasaan Berinovasi.

Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bambu di pekarangan rumah,” ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas (pulp) bambu, dari sisa pembakaran. Yang pada akhirnya dikenal dengan ‘kertas’ sebagai pengganti ‘dedaunan’ untuk menulis. Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang menentramkan (baca: lepas dari zona nyaman). Adalah Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya dengan Google. “Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya”, lanjut Brin.

5. Kebiasaan Berdoa.

Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan. Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.

6. Kebiasaan Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin.

Manusia memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya. “Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat semua,” demikian kata William “Bill” Gates, pemilik Microsoft Corp, tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.

7. Kebiasaan Melakukan Introspeksi.

Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikrikan. Bagaimana Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan sebenar-benarnya. Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenali dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness)

8. Kebiasaan Tepat Waktu.

Waktu dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya. Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang. Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda janjikan.

9. Kebiasaan Berderma.

Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di duani ini, mampu member makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakan dari  orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di dunia,” ucap Mahatma Gandhi. Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia. Ingat pula pepatah sunda, “Mulangkalih aya nu dipincariosan abi aya di palihan” (sekiranya ada yang dibutuhkan, saya ada di sebelah). Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan selalu mendapatkan prioritas bantuan.

10. Kebiasaan Penurut.

Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi penurut kadang bisa menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi Citadel). Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini.

11. Kebiasaan menabur benih

Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

12. Kebiasaan hidup jujur

Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.

13. Kebiasaan berempati

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.

korosi (pengkaratan) Maret 13, 2012

Posted by wiwinwibowo in material teknik, Teknik Mesin.
Tags: , , , , , ,
add a comment

a.Defenisi Korosi

Secara umum defenisi dari korosi adalah perusakan material secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Selain itu korosi juga di definisikan sebagai degradasi material (logam dan paduannya) akibat reaksi kimia dengan lingkungan. Contoh perusakan kimia adalah pengkaratan yang terjadi akibat gas pada temperature tinggi, sedangkan reaksi elektrokimia dapat di lihat pada sel galvanik.

Adapun syarat terjadinya korosi adalah :

  • Adanya katoda
  • Adanya anoda
  • Adanya lingkungan

Tanpa adanya salah satu syarat di atas maka korosi tidak akan terjadi. Korosi tidak dapat di hilangkan tetapi hanya dapat di minimalisir pertumbuhannya.

Pada proses korosi  ada dua reaksi yang menyebabakan terjadinya korosi yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Pada reaksi oksidasi akan terjadi pelepasan elektron oleh material yang lebih bersifat anodik. Sedangkan reaksi reduksi adalah pemakaian elektron oleh material yang lebih bersifat katodik.

Proses korosi secara galvanis dapat kita lihat pada gambar berikut :

                                                                                                 Gambar Proses Korosi

Pada reaksi di atas dapat kita lihat dimana Cu bertindak sebagai katoda mengalami pertambahan massa dengan melekatnya electron pada Cu. Sedangkan Zn bertindak sebagai anoda, dimana terjadinya pengurangan massa Zn yang di tandai dengan lepasnya electron dari Zn. Peristiwa pelepasan dan penerimaan elektron ini harus mempunyai lingkungan, dimana yang menjadi lingkungan adalah Asam Sulfat.  Jika ada dua buah unsur yang di celupkan dalam larutan elektrolit yang di hubungkan dengan sumber arus maka yang akan mengalami korosi adalah material yang lebih anodik.

b. Deret Volta

Untuk mengetahui unsur yang lebih anodik dan lebih katodik dapat kita lihat pada deret Volta. Berikut deret Volta :

K – Ca – Na – Mn – Al – Zn – Fe – Sn – Pb – H – Cu – Hg – Ag – Pt – Au

                                                                     Anodik                                                                                    Katodik

Selain contoh reaksi sebelumnya kita juga dapat lihat peristiwa korosi lainnya yaitu pada peristiwa perkaratan (korosi) logam Fe mengalami oksidasi dan oksigen (udara) mengalami reduksi. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3 . xH2O dan berwarna coklat-merah. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anoda, dimana besi mengalami oksidasi.

Fe(s)                         —–>  Fe2+(aq) +2e                       E=+0,44V

O2(g) + 2H2O(l) +4e —-> 4OH                                      E=+0,40V

Ion besi (II) yg terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3 . xH2O.

Berdasarkan sifatnya korosi terbagi atas :

1. Korosi Aktif

Ciri-ciri dari korosi aktif ini antara lain :

  • Mudah melepaskan ion
  • Mudah menempel di tangan

Contoh : Paku yang berkarat

2. Korosi Pasif

Ciri-ciri dari korosi pasif ini antara lain :

  • Sulit melepaskan ion
  • Sulit menempel di tangan

Contoh : Korosi pada AL

c. Jenis-Jenis Korosi dan Pengendaliannya

1.    Uniform or general attack corrosion (korosi seragam)

Korosi seragam adalah korosi yang terjadi pada permukaan material akibat bereaksi dengan oksigen Biasanya korosi seragam ini terjadi pada material yang memiliki ukuran butir yang halus dan homogenitas yang tinggi.

Gambar  Korosi Seragam

Cara pengendalian dari korosi seragam adalah :

  • Dengan melakukan pelapisan dengan cat atau dengan material yang    lebih anodik.
  • Melakukan inhibitas dan cathodic protection.

2.    Rithing Corossion (Korosi Sumuran atau kawah)

Korosi sumuran adalah korosi yang terjadi akibat cacat pada permukaan material seperti celah atau lubang kecil. Pada daerah cacat ini akan lebih anodik dibandingkan permukaan material sehingga korosi akan menuju bagian dalam material.

Gambar Korosi Sumuran

Cara pengendalian korosi sumuran adalah :

  • Hindari permukaan logam dari cacat goresan.
  • Perhalus permukaan material.
  • Hindari variasi yang sedikit pada komposisi material.

3.    Crevice Corrosion (korosi celah)

Korosi celah adalah korosi yang di temukan pada daerah berkonsentrasi rendah atau korosi yang terjadi pada celah yan terbentuk akibat pendempetan material. Pada celah, kadar oksigen lebih rendah dari lingkungannya sehingga elektron akan berpindah pada kadar oksigen yang tinggi sehingga terjadi korosi. Korosi celah sering terjadi pada sambungan paku.

 

Gambar Korosi Celah

Cara pengendalian korosi celah :

  • Hindari pemakaian sambungan paku keling atau baut, gunakan

sambungan las.

  • Gunakan gasket non absorbing.
  • Usahakan menghindari daerah dengan aliran udara.

4.    Intergranular Corrosion (korosi batas butir)

Korosi batas butir adalah korosi yang terjadi pada atau di sepanjang batas butir dan batas butir bersifat anodik dan bagian tegah butir bersifat katodik. Korosi ini terjadi akibat presipitasi dari pengotor seperti khromium di batas butir, yang menyebabkan batas butir menjadi rentan terhadap serangan korosi. Dimana presipitat krom karbida terbentuk karena karbon meningkat yang ada di sekitarnya, sehingga krom disekitarnya akan berkurang dan terjadi korosi. Proses terbentuknya presipitat karbon karbida disebut sentisiasi. Terjadi pada temperatur 500-800 sehingga kekurangan krom yang memudahkan terjadinya korosi.

 Gambar Korosi Batas Butir

Cara pengendalian korosi batas butir adalah :

  • Turunkan kadar Karbon dibawah 0,03%.
  • Tambahkan paduan yang dapat mengikat Karbon.
  • Pendinginan cepat dari temperatur tinggi.
  • Pelarutan karbida melalui pemanasan.
  • Hindari Pengelasan.

5.    Stress Corossion (korosi tegangan)

Korosi tegangan adalah korosi yang di sebabkan adanya tegangan tarik yang mengakibatkan terjadinya retak. Tegangan ini di sebabkan pada temperatur dan deformasi yang berbeda.

Berikut retak serta bentuk penjalarannya yang di akibatkan oleh korosi tegangan :

 Gambar D 2.6 Korosi Tegangan

Cara pengendalian korosi tegangan adalah :

  • Turunkan besarnya tegangan
  • Turunkan tegangan sisa termal
  • Kurangi beban luar atau perbesar area potongan

6.    Errosion Corrosion (korosi erosi)

Korosi erosi adalah korosi yang di sebabkan oleh erosi yang mengikis lapisan pelindung material , zat erosi itu dapat berupa fluida yang mengandung material abrasive. Korosi tipe ini sering di temui pada pipa-pipa minyak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi ini antara lain :

  • Persentase ketidaksamaan, material yang lebih anodik
  • Area permukaan Anodik dan Katodik
  • Temperatur
  • Persentase larutan elektrolit
  • Kesediaan oksigen

Gambar Korosi Erosi

Cara pengendalian korosi erosi :

  • Menghindari partikel abrasive pada fluida
  • Mengurangi kecepatan aliran fluida

7.    Selectif Corrosion

Selectif corrosion adalah korosi yang menyerang unsur di dalam logam akibat perbedaan potensial unsur utamanya. Korosi ini di sebabkan karena komposisi yang tidak merata pada material. Korosi ini biasa terjadi pada pipa-pipa besi cor.

Gambar Selectif Corrosion

Cara pengendalian selective korosi  :

  • Menghindari komposisi yang berbeda dari material penyusun.

8.   Korosi Galvanik

Korosi galvanik adalah korosi yang terjadi pada dua logam yang berbeda jenis jika di hubungkan. Korosi ini juga terjadi karena pasangan elektrikal pada dua logam atau paduan logam yang memiliki perbedaan komposisi. Logam yang lebih anodik akan terkorosi sementara logam lainnya yang lebih katodik akan terlindungi. Posisi logam pada deret volta akan menentukan apakan suatu logam lebih anodik atau katodik

Gambar  Korosi Galvanik

        Pengendalian korosi galvanic adalah :

  • Hindari pemakaian 2 jenis logam yang berbeda
  • pergunakan logam yang lebih anodik dengan rasio yang lebih besar   dibanding logam katodik
  • Lapisi pada pertemuan dua logam yang berbeda jenis
  • Gunakan logam ketiga yang lebih anodic

Metoda-metoda yang di lakukan dalam pengendalian korosi adalah :

  • Menekan terjadinya reaksi kimia atau elektrokimianya seperti reaksi anoda dan katoda
  • Mengisolasi logam dari lingkungannya
  • Mengurangi ion hydrogen di dalam lingkungan yang di kenal dengan mineralisasi
  • Mengurangi oksigen yang larut dalam air
  • Mencegah kontak dari dua material yang tidak sejenis
  • Memilih logam-logam yang memiliki unsure-unsur yang berdekatan
  • Mencegah celah atau menutup celah
  • Mengadakan proteksi katodik,dengan menempelkan anoda umpan.

TEORI DASAR MATERIAL Maret 13, 2012

Posted by wiwinwibowo in material teknik, Teknik Mesin.
Tags: , , , ,
add a comment

A.1      Struktur Mikro Material

Material adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruangan. Material Teknik adalah segala bahan yang digunakan dalam bidang keteknikan (kerekayasaan).

Struktur mikro material terbagi atas :

a.       Atom

Merupakan suatu unsur terkecil dari material yang tidak dapat dibagi lagi dengan reaksi kimia biasa.

b.      Sel Satuan

Merupakan susunan dari beberapa atom yang teratur dan mempunyai pola yang berulang. Sel satuan terdiri dari kubus (BCC, FCC, dan HCP), hexagonal, tetragonal, triklin, monoklin, dan sebagainya. Adapun sel satuan yang berbentuk kubus antara lain :

1.      BCC (Body Centered Cubic)

Adanya pemusatan satu atom di tengah-tengah kubus.

Jumlah atom (n) = (1/8) x 8 + 1 = 2

4R = a√3

a = (4/√3) R

2.      FCC (Face Centered Cubic)

Adanya pemusatan satu atom di setiap sisi kubus.

Jumlah atom (n) = 1/8 x (8) + ½ x (6) = 4

4R = a√2

a = 4/√2 x R

3.      HCP (Hexagonal Closed Package)

Jumlah atom (n) = (3×1) + (12 x 1/6) + (2 x ½) = 6

Tinggi = 1,633 a

Luas alas = 6 x luas segitiga

= 6 x (1/2 a x a sin 60)

= 3a2 sin 60

Volume sel satuan = a x t

= 3a2 sin 60 x 1,633 a

= 4,24 a3                         ; a = 2 R

= 4,24 (2R)3

= 33,94 R3

c.    Butir

Merupakan kumpulan dari sel satuan yang memiliki arah dan orientasi sama dalam 2 dimensi.

d.       Kristal

Merupakan kumpulan dari sel satuan yang memiliki arah dan orientasi sama dalam 3 dimensi.

A.2       Sifat-sifat Mekanik Material

            Sifat material secara umum dapat diklasifikasikan seperti di bawah ini :

1.    Sifat Fisik

Sifat yang telah ada pada material.

contoh : warna, massa jenis, dimensi, bau, dan lain-lain.

2.    Sifat Kimia

Sifat material yang berhubungan dengan komposisi kimia.

contoh : kemolaran, kemolalan, dan konsentrasi.

3.    Sifat Teknologi

Sifat material yang muncul akibat mengalami proses pemesinan, contoh : mampu tempa.

4.         Sifat Termal

Sifat material yang dipengaruhi oleh temperature.

contoh : konduktifitas termal, titik beku dan titik didih.

5.        Sifat Optik

Sifat material yang berhubungan dengan pencahayaan.

contoh : rasioaktifitas, dan mampu dibiaskan.

6.         Sifat Akustik

Sifat material yang berhubungan dengan bunyi.

contoh : mampu meredam bunyi.

7.       Sifat Magnetik

Sifat material untuk merespon medan magnet.

contoh : mampu menyimpan magnet.

8.          Sifat Mekanik

Sifat material yang muncul akibat pembebanan mekanik.

Adapun sifat mekanik pada material antara lain :

a.        Kekerasan

Kemapuan material untuk menahan deformasi plastis lokal akibat penetrasi di permukaan.

b.       Kekuatan

Kemapuan material untuk menahan deformasi plastis secara menyeluruh.

c.        Keuletan

Kemampuan material untuk menahan deformasi plastis maksimum sampai material itu patah.

d.       Kelentingan

Besarnya energi yang diserap material selama deformasi elastis berlangsung

e.        Ketangguhan

Besarnya energi yang diserap material sampai material tersebut patah.

f.        Modulus Elastisitas

Merupakan ukuran kekakuan material

A.3      Cacat-cacat  pada Material

            Cacat pada material merupakan ketidaksempurnaan pada material. Cacat pada material terbagi atas :

1.                     Cacat titik

Cacat titik adalah cacat berupa titik pada material. Cacat titik terbagi atas :

a.       Vacancy (kekosongan), yaitu cacat yang terjadi akibat adanya kekosongan atom dalam susunan atom.

b.      Subtitusi/pergantian, yaitu cacat yang terjadi akibat adanya pergantian atom pada susunan atom.

c.       Intertisi adalah cacat yang terjadi akibat adanya atom lain yang menyusup dalam susunan atom. Intertisi terbagi atas:

  • Self Intertisi, yaitu cacat akibat adanya atom yang menyisip pada susunan atom yang berasal dari atom itu sendiri.
  • Impurity, yaitu adanya atom asing yang menyusup pada susunan atom yang bersifat mengganggu.

2.         Cacat Garis/Dislokasi

Cacat garis adalah ketidaksempurnaan pada material akibat kekosongan pada sebaris atom. Dislokasi terbagi atas dislokasi sisi dan dislokasi ulir.

a.  Dislokasi sisi, adalah cacat garis yang arah pergerakan atomnya tegak lurus terhadap garis dislokasi. (Dislocation line)

b.  Dislokasi Ulir, yaitu cacat gais yang arah pergerakan atomnya sejajar terhadap arah garis dislokasi (Dislocation line).

3.                     Cacat Bidang

Cacat bidang yaitu ketidak sempurnaan material pada sebidang struktur atom.

Contohnya;

  • Twinning
  • Batas butir

4.                     Cacat Ruang

Cacat ruang adalah ketidaksempurnaan kristal pada seruang atom yaitu timbulnya rongga antara batas butir karena orientasi butir dan dapat dilihat secara langsung.

Contohnya :

  • Porositas
  • Retak
  • Ronngga

A.4    Diagram Fasa

diagram fasa Fe-Fe3C menampilkan hubungan antara temperature dan kandungan karbon (%C) selama pemanasan lambat.dari digram Fasa tersebut dapat diperoleh informasi informasi penting antara lain :

  1. Fasa yang terjadi pada komposisi dan temperature yang berbeda dengan kondisi pendinginan lambat
  2. Temperature pembekuan dan daerah derah pembekuan paduan Fe-C bila dilakukan pendinginan lambat
  3. Temperature cair dari masing masing paduan
  4. Batas batas kelarutan atau batas kesetimbangan dari unsur karbon pada fasa tertentu
  5. Reaksi reaksi metalurgis yang terjadi yaitu reaksi eutektik ,peritektik dan eutektoid

Beberapa istilah dalama diagram kesetimbangan Fe-Fe3C dan fasa fasa yang terdapat didaamnya akan dijelaskan dibawah ini.berikut ini adalah batas batas temperature kritis pada diagram Fe-Fe3C :

  • Temperature reaksi eutektoid = perubahan fasa  g menjadi a + Fe3C (perlit) untuk baja hypoeutectoid
  • Titik curri = dimana sifat magnetik besi berubah dari feromagnetik menjadi para magnetik
  • Temperature transformasi = fasa g menjadi a (ferit) yang ditandai dengan naiknya batas kelarutan karbon seiring dengan turunya temperature
  • Temperature transformasi = fasa g menjadi Fe3C  (sementit) yang ditandai dengan penurunan batas larutan karbon seiring dengan turunnya temperature
  • Temperature transformasi = g menjadi a+Fe3C (perlit) untuk baja hipereutektoid

Fasa fasa tyang terjadi dalam diagram kesetimbangan Fe-C selama pemanasan lambat :

  • Ferrit (a) yaitu paduan Fe dan C dengan larutan C max 0,025 % pada temperature 723oC, struktur kristalnya BCC
  • Austenit (g) yaitu paduan Fe dan C dengan kelarutan C max 2% pada temperature 1148oC ,struktur kristalnya FCC
  • Delta (d) adalah paduan Fe dan C dengan kelarutan C max ),1 % pada temperature 1493oC , struktur kristalnya BCC
  • Senyawa Fe3C atau biasa disebut sementit dengan kandungan C max 6,67 % bersifat keras dan getas dan memilki struktur kristal orthorombic
  • Liquid atau fasa cair adalah daerah paling luas deimana kelarutan C sebagai paduan utama dalam Fe tidak terbatas pada temperature yang bervariasi

Adapun reaksi reaksi metalurgis yang bisa terjadi berdasarkan pada diagram Fe-Fe3C :

  • Reaksi peritektik terjadi pada tenmperature 1495oC dimana logam cair dengan kandungan 0,53 % C bergabung dengan delta (d) kandungan 0,09%C bertransformasi menjadi austenit (g) dengan kandungan 0,17 % C . delta (d) adalah fasa padat pada temperature tinggi dan kurang berarti untuk proses perlakuan panas yang berlangsung pada temperature rendah
  • Liquid (C=0,53 %) + delta (d) (C=0,09 %) austenite (g) (C=0,17 %)
  • Reaksi eutektik terjadi pada temperature 1148oC dalam hal ini logam cair dengan kandungan 4,3% C membentuk austenit (g) dengan 2% C dan senyawa sementit yang mengandung 6,67% C
  • Liquid (C=4,3%) austenite (g) (C=2,11 %) + fe3C (C=6,67 %)
  • Reaksi eutectoid berlangsung pada temperature 723oC austenit (g) padat mengandung 0,8 % C menghasilkan ferit (a) dengan kandungan 0,025 % C dan sementit (Fe3C) yang mengandung 6,67 % C
  • Austenit (g) (C=0,8%) ferit (a) ( C=0,025 %) + Fe3C (C=6,67%)

A.5    Mekanisme Penguatan Material

1.   Penguatan Larut Padat

Penguatan dengan cara menambahkan sejumlah atom lain (atom asing) ke dalam sebuah gugusan atom induk. Pemaduan dalam jumlah tertentu dimana semua unsur pemadu terlarut padat dalam logam induk. Atom atom asing tersebut dapat larut padat intertisi atau substitusi tergantung pada ukurannya. Bila atom asing berukuran besar (d > 0.15D), maka larut padat substitusi. Kalau berukuran kecil (d < 0.15D) akan larut padat interstisi (d = diameter atom terlarut, D = diameter atom pelarut (atom induk).

2. Penguatan dengan Fasa Kedua

Penguatan fasa kedua terjadi ketika penambahan unsur paduan menghasilkan fasa kedua (second phase) atau fasa sekunder.

Fasa kedua  bersifat keras (kuat) dan getas. Kekerasan (kekuatan) material meningkat dengan bertambahnya jumlah (fraksi berat) fasa kedua. Contoh paduan yang menghasilkan (memiliki) fasa kedua:

Ø   Baja (Steel)

Besi  (Fe) yang dipadu dengan karbon (C) menghasilkan fasa kedua senyawa Fe3C (sementit) disamping fasa utama ferrit (α) larut padat dalam (Fe) . Fasa ferrit bersifat lebih lunak dan ulet sedangkan sementit sangat keras tapi rapuh.

3.   Penguatan Presipitat

Merupakan penambahan atom asing ke material utama. Keberadaan persipitat akan menghambat pergerakan dari dislokasi

4.         Penguatan Dispersi

Logam paduan bisa ditingkatkan kekerasannya dengan penambahan partikel oksida yang akan menghalangi pergerakan dari dislokasi. Partikel oksida tidak larut dalam matriknya pada suhu tinggi. Penambahan partikel Al2O3 pada produk SAP (sintered aluminium product) akan memberikan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan padual Al  biasa pada suhu tinggi.

5.         Penguatan dengan Penghalusan Butir/Sub-butir

Batas butir adalah penghalang dislokasi atau disebut juga penghalang terjadinya slip. Kemampuan menghalangi bertambah dengan peningkatan sudut mis-orientasi butir (angle of misorientation). Butir halus mempunyai batas butir lebih banyak sehingga penghalang dislokasi lebih banyak dan lebih susah terjadinya slip akhirnya material menjadi lebih kuat. Makin halus ukuran butir maka bidang slip akan semakin pendek sehingga dislokasi akan cepat sampai ke batas butir. Semakin halus ukuran butir maka material akan semakin kuat.

6.         Pengerasan Regangan

Untuk masing masing kenaikan regangan plastis, dibutuhkan tegangan yang lebih besar untuk menggerakkan dislokasi dibandingkan sebelumya karena dislokasi telah banyak yang sampai kebatas butir. Ini berarti logam bertambah kekerasan dan kekuatan.

7.         Penguatan dengan Tekstur

Proses defornasi akan menyebabkan butir-butir dari logam mengarah pada orientasi tertentu. Logam yang orientasi kristalnya mengarah pada orientasi tertentu dikatakan memiliki tekstur kristalografis. Dengan adanya orientasi yang tertentu tersebut, maka logam tidak lagi bersifat isotrop melainkan justru bersifat anisotrop khususnya dalam hal kekuatannya

8.         Pengerasan Martensit

Martensit memiliki susunan atom BCT sehingga dislokasi menjadi susah untuk bergerak. Baja dipanaskan sampai fasa austenit lalu dilakukan pendinginan cepat sehingga atom-atom karbon pada austenit tidak sempat berdifusi keluar, akibatnya austenit akan bertransformasi menjadi martensit yang memiliki sel satuan BCT. Kekerasan martensit akan semakin tinggi dengan semakin banyaknya atom karbon yang larut didalamnya.

 

METROLOGI INDUSTRI (TEKNIK MESIN UNIVERSITAS ANDALAS ) Maret 11, 2012

Posted by wiwinwibowo in Uncategorized.
add a comment

Metrologi adalah ilmu yang mempelajari pengukuran besaran teknik, sedangkan

Metrologi Industri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi dan karakteristik geometrik suatu produk, menggunakan alat ukur sehingga didapatkan hasil yang mendekati hasil yang sebenarnya.

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang belum diketahui dengan suatu besaran yang standar.

Besaran adalah standar yang digunakan dalam pengukuran.

Besaran terdiri dari dua jenis:

  • Besaran Pokok, yaitu besaran yang sesuai dengan standar internasional, berdiri sendiri, dan dapat dijadikan acuan.
  • Besaran Turunan, yaitu besaran yang diperoleh dari beberapa variabel dalam bentuk persamaan.

Syarat-syarat besaran adalah:

  • Dapat didefinisikan secara fisik.
  • Dapat digunakan dimana saja.
  • Tidak berubah terhadap waktu.

Agar bisa diukur, maka suatu produk harus mempunyai karakteristik geometrik antara lain:

  • Dimensi
  • Posisi
  • Bentuk
  • Kualitas permukaan

Jenis-jenis pengukuran dalam Metrologi Industri:

  1. Pengukuran Linear
  2. Pengukuran Sudut
  3. Pengukuran Kerataan dan Kedataran
  4. Pengukuran Profil
  5. Pengukuran Ulir
  6. Pengukuran Roda Gigi
  7. Pengukuran Posisi
  8. Pengukuran Kekasaran Permukaan

Jenis-jenis alat ukur:

Berdasarkan sifat aslinya, dapat dibedakan atas:

  1. Alat Ukur Langsung

Yaitu alat ukur yang dilengkapi dengan skala ukur yang lengkap, sehingga hasil pengukuran dapat langsung diperoleh.

Contohnya : jangka sorong, mikrometer.

  1. Alat Ukur Pembanding

Yaitu alat ukur yang berfungsi untuk mengukur beda ukuran suatu produk dengan ukuran dasar produk yang telah diperkirakan terlebih dahulu dengan blok ukur.

Contohnya : dial indicator.

  1. Alat Ukur Standar

Yaitu alat ukur yang hanya dilengkapi dengan satu skala nominal, tidak dapat memberikan hasil pengukuran secara langsung, dan digunakan untuk alat kalibrasi dari alat ukur lainnya.

Contohnya : blok ukur.

  1. Alat Ukur Kaliber Batas

Yaitu alat ukur yang berfungsi untuk menunjukkan apakah dimensi suatu produk berada di dalam atau diluar dari daerah toleransi produk tersebut.

Contohnya : kaliber lubang dan kaliber poros.

  1. Alat Ukur Bantu

Yaitu alat ukur yang berfungsi untuk membantu dalam proses pengukuran. Sebenarnya alat ini tidak bisa mengukur objek, namun karena peranannya yang sangat penting dalam pengukuran maka alat ini dinamakan juga dengan alat ukur.

Contohnya : meja rata, stand magnetic, batang lurus.

Berdasarkan sifat turunannya, dapat dibedakan atas:

  1. Alat Ukur Khas

Yaitu alat ukur yang dibuat khusus untuk mengukur geometri yang khas, misalnya kekasaran permukaan, kebulatan, profil gigi pada roda gigi. Alat ukur jenis ini dapat dilengkapi skala dan dilengkapi alat pencatat atau penganalisis data.

Contohnya alat ukur roda gigi.

  1. Alat Ukur Koordinat

Yaitu alat ukur ysang memiliki sensor yang dapat digerakkan dalam ruang, digunakan untuk menentukan posisi

Contohnya alat ukur posisi.

Berdasarkan prinsip kerjanya, dibedakan atas:

  1. Alat ukur mekanik
  2. Alat ukur elektrik
  3. Alat ukur optik
  4. Alat ukur pneumatik
  5. Alat ukur hidrolik dan aerodinamik

Konstruksi umum dari alat ukur:

  1. Sensor

Yaitu bagian alat ukur yang menghubungkan alat ukur dengan objek ukur.

Terdiri dari

  • Sensor mekanik
  • Sensor optik
  • Sensor pneumatik
  1. Pengubah

Yaitu bagian alat ukur yang berfungsi mengubah sinyal yang dirasakan oleh sensor menjadi besaran ynag terukur.

Terdiri dari:

  • Pengubah mekanik
  • Pengubah optomekanik
  • Pengubah elektrik
  • Pengubah opto elektrik
  • Pengubah pneumatik
  • Pengubah optik
  1. Penunjuk

Yaitu bagian alat ukur yang berfungsi menunjukkan harga pengukuran.

Terdiri dari:

  • Penunjuk beskala

ü  Skala linear

ü  Skala melingkar

  • Penunjuk digital

ü  Digital mekanik

ü  Digital elektrik (LED)

Adapun  sifat dari alat ukur adalah:

  1. Rantai kalibrasi

Yaitu kemampuan alat ukur untuk bisa dilakukan tingkatan pengkalibrasian.

Tingkatan tersebut adalah

  • Kalibrasi alat ukur kerja dengan alat ukur standar kerja.
  • Kalibrasi alat ukur standar kerja dengan alat ukur standar.
  • Kalibrasi alat ukur standar dengan alat ukur standar nasional.
  • Kalibrasi alat ukur standar nasional dengan alat ukur standar internasional.
  1. Kepekaan

Yaitu kemampuan alat ukur untuk dapat merasakan perbedaan yang relatif kecil dari harga pengukuran.

  1. Mampu baca

Kemampuan sistem penunjukan dari alat ukur untuk memberikan harga pengukuran yang jelas dan berarti.

  1. Histerisis

Yaitu penyimpangan dari harga ukur yang terjadi sewaktu dilakukan pengukuran secara kontinu dari dua arah yang berlawanan.

  1. Pergeseran

Yaitu terjadinya perubahan posisi pada penunjuk harga ukur sementara sensor tidak memberikan / merasakan sinyal atau perbedaan.

  1. Kepasifan

Terjadi apabila sensor telah memberikan sinyal, namun penunjuk tidak menunjukkan  perubahan pada harga ukur.

  1. Kestabilan nol

Yaitu kemampuan alat ukur untuk kembali ke posisi nol ketika sensor tidak lagi bekerja.

  1. Pengambangan

Yaitu suatu kondisi alat ukur dimana jarum penunjuk tidak menunjukkan harga ukur yang konstan. Dengan kata lain, penunjuk selalu berubah posisi atau bergerak.

Sifat dari pengukuran:

  • Ketelitian (Accuracy), yaitu kemampuan alat ukur untuk memberikan nilai yang mendekati harga yang sebenarnya.
  • Ketepatan (Precision), yaitu kemampuan alat ukur untuk memberikan nilai yang sama dari beberapa pengukuran yang dilakukan
  • Kecermatan (Resolution), yaitu skala terkecil yang mampu dibaca oleh alat ukur.

Metode-metode pengukuran dalam Metrologi Industri

  1. Pengukuran Langsung

Yaitu pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur langsung dimana hasil pengukuran dapat diperoleh secara langsung.

  1. Pengukuran Tak Langsung

Yaitu pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur pembanding dan alat ukur standar, dimana hasil pengukuran tidak dapat diperoleh secara langsung.

  1. Pengukuran dengan Kaliber Batas

Yaitu pengukuran yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah dimensi suatu produk berada di dalam atau diluar daerah toleransi produk tersebut.

  1. Membandingkan dengan Bentuk Standar

Yaitu pengukuran yang dilakukan dengan cara membandingkan bentuk produk dengan bentuk standar dari produk tersebut. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan profil proyektor.

Toleransi adalah perbedaan ukuran antara kedua harga batas, dimana ukuran atau jarak permukaan batas geometri komponen harus terletak. Suaian adalah hubungan antara dua komponen yang akan dirakit, yang ditimbulkan adanya perbedaan ukuran bagi pasangan elemen geometrik saat mereka disatukan. Kalibrasi adalah membandingkan suatu alat ukur (skala atau harga nominalnya) dengan acuan yang dianggap lebih benar. Langkah-langkah kalibrasi yaitu melakukan pengkalibrasian alat ukur dengan alat ukur yang lebih tinggi tingkatannya pada rantai kalibrasi, sehingga alat ukur tersebut dapat mempunyai aspek keterlacakkan (trace ability).

2.2 Teori Dasar Alat Ukur

Adapun alat ukur yang digunakan pada praktikum ini adalah :

  1. Mistar Ingsut (Jangka Sorong) 150 mm dan 100 mm.
  2. Mikrometer rahang luar

Adalah mikrometer yang digunakan untuk mengukur dimensi luar suatu benda.

  1. Mikrometer rahang dalam

Adalah mikrometer yang digunakan untuk mengukur dimensi dalam suatu benda.

  1. Mikrometer kedalaman.

Adalah mikrometer yang digunakan untuk mengukur kedalaman lubang.

Mistar Ingsut atau Jangka Sorong adalah alat ukur dimensi linier atau panjang yang memiliki dua skala yaitu Skala Utama dan Skala Nonius. Skala Utama adalah skala panjang dan Skala Nonius adalah skala yang digeser-geser.

Mikrometer adalah alat ukur dengan prinsip kerja dengan informasi gerak melingkar skala yang diputar menjadi gerak tranfersal pada sensornya.

Mistar Ingsut digunakan untuk mengukur:

  1. Dimensi Luar.
  2. Ketebalan.
  3. Diameter Dalam.
  4. Kedalaman Lubang.

Mikrometer digunakan untuk mengukur:

  1. Ketebalan dinding atas.
  2. Ketebalan alas dari suatu produk.
  3. Diameter dalam dan luar.

Jenis-jenis suian antara lain :

  • Suaian Paksa.

Dapat didefinisikan dimana daerah toleransi poros selalu berada di atas daerah toleransi lubang.

  • Suian Pas.

Dapat didefinisikan dimana daerah toleransi lubang berpotongan dengan toleransi poros.

  • Suaian longgar.

Dapat didefinisikan dimana daerah toleransi lubang selalu berada di atas daerah toleransi poros.

Maret 11, 2012

Posted by wiwinwibowo in Uncategorized.
add a comment

copas dari tetangga

TMC-MotoNews

Bro sekalianN dari atas Fery Katapang-gilimanuk, tmcblog melaporkan impressi pertama mengendarai Honda Vario 125 dalam perjalanan Banyuwangi-Tabanan adalah bunyi Starternya … Paradox dengan suara starter skutik skutik honda entri-mid level sebelumnya, starter pcx 125 memang nyaris tak terdengar. Thanks to ACG Starter sehingga aura PCX125 langsung terasa sesaat starter Vario125 dinyalakan

Lihat pos aslinya 79 kata lagi

Awal yang baru Februari 29, 2012

Posted by wiwinwibowo in Uncategorized.
2 comments

Blog ini saya buat sebagai sarana informasi bagi teman2 seluruh indonesia.

dalam blog ini akan berisi  berbagai materi dari berbagai situs yang nantinya saya himpun jadi satu.
isinya berupa:

1.promosi ( iklan)

2.lowongan kerja

3.materi kuliah

4. pemesanan

  • baju
  • pin
  • spanduk
  • kartu nama
  • dan sebagainya

 

Hello world! Februari 29, 2012

Posted by wiwinwibowo in Uncategorized.
add a comment

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.